Kekuatan Sedekah
Dikisahkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sbb :
Tatkala Allah Ta'ala menciptakan bumi, maka bumipun bergetar. Lalu Allah menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumipun terdiam.
Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya "Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada gunung ?"
Allah menjawab, " Ada , yaitu besi" (kita mafhum bahwa gunung batupun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi),
Para malaikat bertanya lagi "Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada besi ?" Allah yang Maha Suci menjawab, " Ada , yaitu api" (besi, bahkan bajapun bisa menjadi cair dan lumer setelah dibakar api), Para malaikat kembali bertanya "Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada api ?"
Allah yang Maha Agung menjawab, " Ada , yaitu air" (api membara sedahsyat apapun niscaya akan padam jika disiram air),
Para malaikatpun bertanya kembali "Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada air ?"
Allah yang Maha Tinggi dan Maha Sempurna menjawab, " Ada , yaitu angin" (air disamudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tiada lain karena kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat),
Akhirnya para malaikatpun bertanya lagi "Ya Allah, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dahsyat dari itu semua ?"
Allah yang Maha Gagah dan Maha Dahsyat kehebatannya menjawab, " Ada , yaitu amal anak Adam yang
mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya t id ak mengetahuinya".
Artinya, yang paling hebat, paling kuat dan paling dahsyat sebenarnya adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain.
Berkaitan dengan ikhlas ini, RasulAllah SAW mengingatkan dalam p id atonya ketika beliau sampai di Madinah pada waktu hijrah dari Makkah : "Wahai segenap manusia ! Sesungguhnya amal itu tergantung kepada niat
, dan seseorang akan mendapatkan (pahala) sesuai dengan apa yang diniatkannya".
Oleh karena itu hendaknya kita selalu mengiringi sedekah kita dengan niat yang ikhlas hanya karena Allah semata, tanpa tendensi ingin dipuji, dianggap dermawan, dihormati, dll yang dapat menjadikan sedekah kita menjadi sia-sia.
Ganjaran bersedekah
RasulAllah Shollallahu Alaihi Wa Sallam menganjurkan kepada kita umatnya untuk memperbanyak sedekah, hal itu dimaksudkan agar rezeki yang Allah berikan kepada kita menjadi berkah. Allah memberikan jaminan kemudahan bagi orang yang berdekah, ganjaran yang berlipatganda (700 kali) dan ganti, sebagaimana firman-Nya dan sabda RasuluAllah SAW, sbb :
Z Allah Ta'ala berfirman, "Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga) maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah". {Qs. Al Lail (92) : 5-8}
Z Allah Ta'ala berfirman,"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah maha luas (kurnia-Nya) lagi maha mengetahui". {Qs. Al Baqarah (2) : 261}
Z RasulAllah SAW bersabda, "Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada dua malaikat menyeru kepada manusia dibumi. Yang satu menyeru, "Ya Tuhan,
karuniakanlah ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya kepada Allah". Yang satu lagi menyeru "musnahkanlah orang yang menahan hartanya".
Tolak Bala dengan Sedekah
Orang-orang yang beriman sangat sadar dengan kekuatan sedekah untuk menolak bala, kesulitan dan berbagai macam penyakit, sebagaimana sabda RasulAllah SAW, sbb :
Z "Bersegeralah bersedekah,
sebab yang namanya bala t id ak pernah mendahului sedekah".
Z "Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah".
Z "Obatilah penyakitmu dengan sedekah".
Banyak dari kita yang sudah mengetahui dan memahami perihal anjuran bersedekah ini, namun persoalannya seringkali kita teramat susah untuk melakukannya karena kekhawatiran bahwa kita salah memberi, sebagai contoh kadang kita enggan memberi pengemis/pengamen yang kita temui dipinggir jalan dengan pemikiran bahwa mereka (pengemis/pengamen tsb) menjadikan meminta-minta sebagai profesinya, t id ak mend id ik, dll. Padahal sesungguhnya prasangka kita yang demikian adalah bisikan-bisikan setan laknatullah yang t id ak rela melihat kita berbuat baik (bersedekah) , sebaiknya mulai saat ini hendaknya kita hilangkan prasangka-prasangka yang demikian karena seharusnya sedekah itu kita niatkan sebagai bukti keimanan kita atas perintah Allah dan rasul-Nya yang menganjurkan umatnya untuk gemar bersedekah,
Masalah apabila ternyata kemudian bahwa sedekah yang kita beri kepada pengemis/pengamen tadi t id ak tepat sasaran, bukan lagi urusan kita, karena sedekah hakekatnya adalah ladang amal bagi hamba-hamba Allah yang bertakwa. Pengemis/pengamen/ fakir miskin lainnya adalah ladang amal bagi orang yang berkecukupan, dapat kita bayangkan andaikata t id ak ada lagi orang-orang tersebut, kepada siapa lagi kita dapat beramal (bersedekah) ???
Atau kalo kita termasuk orang yang t id ak suka memberi sedekah (kepada pengemis/pengamen/ fakir miskin) dengan berbagai alasan dan pertimbangan maka biasakanlah bersedekah dengan menyiapkan sejumlah uang sebelum sholat Jum'at dan memasukkan ke kotak-kotak amal yang tersedia dan
biasakan dengan memberi sejumlah minimal setiap Jum'at, misalnya Jum'at ini kita menyumbang Rp. 10 ribu ke kotak amal maka sebaiknya Jum'at berikutnya harus sama, syukur-syukur bisa lebih dan terutama harus diiringi dengan keikhlasan.
Sedekah anda, walaupun kecil tetapi amat berharga disisi Allah Azza Wa Jalla. Orang yang bakhil dan kikir dengan t id ak menyedekahkan sebagian hartanya akan merugi d id unia dan akhirat karena t id ak mendapat keberkahan. Jadi, sejatinya orang yang bersedekah adalah untuk untuk kepentingan dirinya. Sebab menginfakkan (belanjakan) harta akan memperoleh berkah dan sebaliknya menahannya adalah celaka. T id ak mengherankan jika orang yang bersedekah diibaratkan orang yang berinvestasi dan menabung disisi Allah dengan jalan meminjamkan pemberiannya kepada Allah. Balasan yang akan diperoleh berlipatganda. Mereka t id ak akan rugi meskipun pada awalnya mereka kehilangan sesuatu. Sedekah yg pahalanya terus mengalir
Dari Abu Hurairah RA, bahwa sesungguhnya
Rasulullah SAW, telah bersabda : "Bila seorang hamba telah meninggal, segala amalnya terputus, kecuali tiga hal : amal jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yang mendo'akannya" (HR. Bukhari, dalam Adabul Mufrad).
Berikut contoh konkrit, sadaqah (amal) jariah, yang pahalanya terus mengalir walaupun si pemberi sadaqah telah wafat :
SADAQAH JARIAH –
KEBAIKAN YANG TAK BERAKHIR
1. Berikan Al-Quran pada seseorang, setiap saat Al-Quran tersebut dibaca, anda mendapatkan kebaikan.
2. Ajarkan seseorang sebuah do'a. Pada setiap bacaan do'a itu, anda mendapatkan kebaikan.
3. Sumbangkan kursi roda ke RS dan setiap orang sakit menggunakannya, anda mendapatkan kebaikan.
4. Tanam sebuah pohon. Setiap seseorang atau hewan berlindung dibawahnya atau makan buahnya, anda dapat kebaikan. .
5. Tempatkan pendingin air di tempat umum.
6. Berbagi bacaan yang membangun dengan seseorang.
7. Libatkan diri dalam pembangunan mesj id.
8. Berbagi CD Quran atau Do'a.
9. Bantulah pend id ikan seorang anak.
10. Bagikan pengetahuan ini dengan orang lain. Jika seseorang menjalankan salah satu dari hal diatas, Anda dapat kebaikan sampai hari Qiamat.
Jadilah dai "sejuta artikel" dengan meneruskan artikel ini kepada saudara-saudara kita sesama muslim yang barangkali belum mengetahuinya, sehingga kita t id ak dilaknat Allah dan seluruh mahluk karena t id ak menyampaikan (menyembunyikan) apa yang telah kita ketahui, sebagaimana dinyatakan dalam Al-Quran surah Al-Baqarah Ayat 159 :
"Sesungguhnya orang-orang yang
menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan dari keterangan-keterang an dan petunjuk h id ayat, sesudah Kami terangkannya kepada manusia di dalam Kitab Suci, mereka itu dilaknat oleh Allah dan dilaknat oleh sekalian makhluk".
Dari Abdullah bin 'Amru ra, RasulAllah S.A.W bersabda: "Sampaikanlah pesanku walaupun hanya satu ayat".
Semoga Allah Ta'ala membalas 'amal Ibadah kita.
Rabu, 11 Mac 2009
Khamis, 19 Februari 2009
Di mana boleh cari ramai Melayu?
Di mana boleh cari ramai Melayu
Pastinya di Kelantan dan Terengganu
Dan juga di pasar malam dan pasar minggu
Di Akademi Fantasia dan Pesta Lagu
Di Jom Heboh orang Melayu berpusu-pusu
Di Sungai Buloh, pusat pemuilihan, dulu di Pudu
Dan di jalan, lumba haram, rempit tak berlampu
Dan di selekoh duit rasuah depa pun sapu
Di pusat serenti akibat ketagih dadah dan chandu
Di malam kemerdekaan dan malam tahun baru
Terkinja-kinja best giler menari macam hantu
Apa hobi orang Melayu
Terkenal dengan budaya malas dan lesu
Berlepak buang masa tak jemu-jemu
Atau baca majalah Mastika, Metro pasal cerita hantu
Tengok telenovela dari Filipina dan Peru
Berpusu-pusu pergi tengok pamiran hantu
Sambil makan junk food, kuaci dan muruku
Sibuk bercerita tentang Datuk K dapat bini baru
Apa pakaian Siti nak pakai itu yang nak tahu
Mana tak gendut berpenyakit selalu
Kalau nak berlagak melayu masih nombor satu
Asal bergaya sanggup makan nasi dan toyu
Boleh tak jumpa mereka di kedai buku
Atau di perpustakaan dan majlis ilmu
Atau ambil kelas kemahiran di hujung minggu
Ada tapi kurang sangat mereka di situ
Kenapa melayu jadi begitu
Nak salahkan siapa ibubapa atau guru
Pemimpin negara atau raja dulu-dulu
Ayat lazim di mulut ialah Melayu malas selalu
Nak harap Kerajaan saja membantu
Terutama sekali kontraktor kelas satu
Tak habis-habis gaduh nak jatuh siapa dulu
pasal jambatan senggek atau siapa dia penghulu
Dan suka sanggat dengan budaya ampu mengampu
Sampai bila kita nak tunggu
Bangsa Melayu jadi bangsa yang maju
BOleh! dengan beberapa syarat tertentu
Pertama dengan banyak menguasai ilmu
Kata nabi ikutlah Quran dan sunnah ku
AlQuran yang diturunkan 1400 tahun dahulu
tapi apa yang kita tahu, cuma baca bila nak halau hantu
Pastinya di Kelantan dan Terengganu
Dan juga di pasar malam dan pasar minggu
Di Akademi Fantasia dan Pesta Lagu
Di Jom Heboh orang Melayu berpusu-pusu
Di Sungai Buloh, pusat pemuilihan, dulu di Pudu
Dan di jalan, lumba haram, rempit tak berlampu
Dan di selekoh duit rasuah depa pun sapu
Di pusat serenti akibat ketagih dadah dan chandu
Di malam kemerdekaan dan malam tahun baru
Terkinja-kinja best giler menari macam hantu
Apa hobi orang Melayu
Terkenal dengan budaya malas dan lesu
Berlepak buang masa tak jemu-jemu
Atau baca majalah Mastika, Metro pasal cerita hantu
Tengok telenovela dari Filipina dan Peru
Berpusu-pusu pergi tengok pamiran hantu
Sambil makan junk food, kuaci dan muruku
Sibuk bercerita tentang Datuk K dapat bini baru
Apa pakaian Siti nak pakai itu yang nak tahu
Mana tak gendut berpenyakit selalu
Kalau nak berlagak melayu masih nombor satu
Asal bergaya sanggup makan nasi dan toyu
Boleh tak jumpa mereka di kedai buku
Atau di perpustakaan dan majlis ilmu
Atau ambil kelas kemahiran di hujung minggu
Ada tapi kurang sangat mereka di situ
Kenapa melayu jadi begitu
Nak salahkan siapa ibubapa atau guru
Pemimpin negara atau raja dulu-dulu
Ayat lazim di mulut ialah Melayu malas selalu
Nak harap Kerajaan saja membantu
Terutama sekali kontraktor kelas satu
Tak habis-habis gaduh nak jatuh siapa dulu
pasal jambatan senggek atau siapa dia penghulu
Dan suka sanggat dengan budaya ampu mengampu
Sampai bila kita nak tunggu
Bangsa Melayu jadi bangsa yang maju
BOleh! dengan beberapa syarat tertentu
Pertama dengan banyak menguasai ilmu
Kata nabi ikutlah Quran dan sunnah ku
AlQuran yang diturunkan 1400 tahun dahulu
tapi apa yang kita tahu, cuma baca bila nak halau hantu
Khamis, 12 Februari 2009
Kisah Dajjal dariTamin ad-Dari
Telah disampaikan kepada kami lbn Buraidah dan Amir bin Syurahbil asy-Sya’bi, kabilah Hamdan bahawa dia pernah bertanya kepada Fathimah binti Qais, saudara perempuan adh-Dhahhak bin Qais dan termasuk kelompok perempuan pada hijrah pertama.
Amir berkata,”Sampaikanlah kepadaku suatu hadis yang engkau dengar dari Rasulullah saw yang tidak engkau sandarkan kepada siapapun selain beliau.”Fathimah berkata,”Jika engkau mahu niscaya aku Iakukan.Amir berkata,”Tentu, sampaikanlah kepadaku.” Fathimah berkata,”Aku menikahi lbn al-Mughirah. Dia termasuk pemuda plihan kaum Quraisy ketika itu. LaIu dia terkena musibah pada permulaan jihad bersama Rasulullah saw. Ketika aku telah menjadi janda, aku dilamar oleh Abdur Rahman bin ‘Auf untuk salah seorang sahabatRasulullah saw. Sementara itu, Rasulullah melamarku untuk maulanya, Usamah bin Zaid. Aku pernah diberitahu bahawa Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa mencintaiku, maka hendaklah dia mencintai Usamah.Maka ketika Rasulullah saw bercakap kepadaku, aku berkata,’Urusanku ada di tangan Anda. Nikahkanlah aku kepada siapa saja yang Anda suka.’Lalu Rasulullah saw bersabda. ‘Pindahlah kamu ke Ummu Syarik. ‘Ummu Syarik adalah perempuan kaya dan kalangan Ansar yang telah banyak membrikan sumbangan di jalan Allah dan disinggahi banyak tamu. Aku berkata, Aku akan melakukannya. Maka beliau bersabda.’Jangan engkau lakukan. Sesungguhnya Ummu Syarik adalah seorang wanita yang banyak tamunya. Aku tidak suka kain tudungmu jatuh atau baju tersingkap dan kedua betismu sehingga kaum itu akan melihat auratmu. Tetapi, pindahlah ke putra pamanmu, ‘Abdullah bin Amr bin Ummi Maktum, seorang Ielaki dani Bani Fihr’, Fathimah pun pindah kepadanya.
Ketika masa iddahku berakhir, aku mendengar seruan seorang sahabat Rasulullah saw.’Marilah solah berjamaah” Maka aku pergi ke masjid dan solat bersama Rasulullah saw. pada barisan wanita yang berada tepat di belakang kaum itu. Setelah selesai solat, Rasulullah saw, duduk di mimbar. Sambil tersenyum beliau bersabda.’Hendaklah setiap orang tinggal di tempat salatnya.’Selanjutnya beliau bersabda,’ Apakah kamu semua mengetahui sebab aku mengumpulkan kamu? Mereka menjawab,’Hanya Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui. ’Beliau bersabda,’Sesungguhnya aku, demi Allah tidak mengumpulkan kamu semua bukan kerana ada pengharapan ataupun ketakutan. Melainkan aku mengumpulkan kamu adalah kerana Tamim ad-Dari, yang dahulunya seorang Nasrani, datang untuk berbai’at masuk Islam. Dia menceritakan kepadaku seperti apa yang telah aku sampaikan kepada kamu tentang Dajjal. Dia menceritakan kepadaku seperti apa yang telah aku sampaikan kepada kamu semua tentang Dajjal.
Dia menceritakan kepadaku bahawa dia mengemudi sebuah perahu bersama 30 orang dari Lakhm dan Judzam. Mereka dipermainkan ombak selama sebulan di laut. Lalu mereka berlabuh menuju suatu pulau di laut itu sampai terbenam matahari. Mereka dudukduduk di pantai dekat perahu. LaIu mereka naik ke pulau itu. Maka mereka didatangi seekor binatang yang banyak bulunya yang mereka tidak dapat membezakan mana bahagian depan dan mana bahagian belakangnya.
Mereka berkata,
“Celaka kau, apakah kamu ini ?
Binatang itu menjawab.
‘Aku adalah mata-mata.’
Mereka bertanya,
‘Mata-mata apa?”
Dia menjawab,
‘Wahai kaum, pergilah kepada orang yang berada di dalam gua, kenana dia merindukan berita dan kamu’
Tamim ad-Dari berkata, Ketika binatang itu menyebutkan kepada kami seseorang, kami meninggalkannya kerana mungkin dia adalah syaitan perempuan.
Selanjutnya dia berkala, lalu kami berangkat segera hingga memasuki gua. Tiba-tiba di dalamnya ada seorang manusia yang paling besar badannya dan diikat dengan rantai yang kuat. Kedua tangan dan lehernya disatukan dan diikat dengan besi di antara hingga kedua mata kakinya. Kami katakan,’Celaka kamu, makhluk apakah kamu ini? Dia menjawab,”kamu telah mengetahui perihalku, kini beritahukan kepadaku, siapakah kamu ini ?
Mereka menjawab,”Kami adalah manusia dari Arab. Kami menaiki perahu lalu dihentam gelombang laut besar dan ombak mempermainkan kami selama sebulan. Kemudian kami berlabuh di pulaumu in Kami didatangi seekor binatang yang berbulu lebat sehingga tidak diketahui mana bahagian muka dan mana bahagian belakangnya. Kami bertanya,”Celaka kamu, binatang apa kamu ini?””Saya adalah mata-mata.” “Mata-mata apa?” ‘Pergilah kepada orang yang berada di gua ini kerana dia sangat merindukan berita dari kamu.”
Maka kami pun segera mendapatkan kamu. Kami takut pada binatang itu dan kami tidak tenang jangan-jangan ia adalah syaitan betina. Orang itu berkata,”Beritahukan kepadaku tentang kurma Baisan!”
(Baisan ialah negeri yang terkenal sejak dahulu kala. Negeri ini berada dekat Syam Iama dan merupakan salah satu kota di Palestin.)
Tentang apanya yang engkau nak tanyakan?”
“Aku bertanya kepada kamuapakah kurma berbuah?”
“Sesungguhnya pohon kurma itu hampir tidak akan berbuah.’
Lalu dia berkata lagi.
“Beritahukan kepadaku tentang Tasek Thabaniyyah!”
(Tasik Thabariyyah adalah tasik besar. Panjangnya adalah sepuluh batu den /ebarnya enam batu. Tasek itu dalam dan dapat dilayari kapa/. Tetapi airnya semakin berkurangan. lkannya ditangkap daan airnya manis tawar. Jarak antara Tasik Thabariyyah den gan Bait al-Muqaddis lebih kurang 100 batu.)
“Tentang apanya yang engkau nak tanyakanT’
“Apakah tasik itu masih berair ?
‘Ya Tasik ilu masih banyak airnya.””Sesungguhnya air tasik itu hampir habis,”
Dia berkata,
“Beritahukan kepadaku tentang mata air Zughar!”
(Mata air Zughar adalah nama seorang perempuan yang dinisbatkan pada mata air ini.)
“Mengenai apanya yang nak engkau tanyakan?” “Apakah mata air itu masih memancarkan air? Dan apakah penduduknya masih bercucuk tanam dan mata air itu?”
“Ya mata air itu masih memancarkan banyak air dan penduduknya bercucuk tanam dari air tersebut.” “Terangkan kepadaku tentang nabi yang diutus kepada orang-orang buta huruf, apa yang dilakukannya?” “Dia telah keluar dari Mekah menuju Yatsrib,”
“Apakah orang-orang Arab memenanginya?”
Ya”
“Bagaimana caranya dia memperlakukan mereka7’ “Dia telah menundukkan orang-orang Arab terdekatnya, sehingga mereka mengikutinya.”
“Apakah demikian?” “Ya”
‘lebih baik bagi mereka untuk mengikutnya. Aku akan memberitahukan kepada kamu mengenai diriku. Aku ini adalah aI-Masih. Aku hampir akan diizinkan keluar, maka aku akan keluar. Lalu aku akan berjalan di muka bumi. Aku tidak melalui sesuatu kampung melainkan aku tinggali selama 40 malam kecuali kola Mekah dan Thaibah (Madinah). Kedua kota itu diharamkan atasku. Setiap aku akan memasuki salah satu kota itu, aku dihadang oleh malaikat yang memegang pedang untuk memenggalku. Di setiap celah kedua kota itu dijaga oleh para malaikat.”
Fathimah berkata, “Sambil memukulkan tongkatnya pada mimbar, Rasulullah saw bersabda.”lni adalah Thaibah, yakni kota Madinah. lngatlah, apakah hal itu telah aku sampaikan kepada kamu?”
o r a n g r a m a i menjawab :"Benar.”
Nabi Muhammad saw bersabda,”Sungguh cerita Tamim itu sesuai dengan apa yang telah aku sampaikan kepada kamu, juga mengenai kota Mekah dan Madinah. Ketahuilah sosungguhnya Dajjal itu berada di Iaut Syam atau di Iaut Yaman, bukan dari arah timur, bukan dari arah timur, bukan dari arah timur.” Baginda mengisyaratkan dengan tangannya ke arah timur.”Selanjutnya Fathimah berkata,”Maka aku menghafalkan hadis ini dari Rasulullah.”
Kemudian Tamim ad-Dari pergi bersama kawan-kawannya dan tidak kembali lagi ke pulau itu. Kalaupun mereka berflkir untuk kembali ke pulau itu, mereka tidak akan dapat sampai ke pulau itu, walaupun mereka mempunyai pengalaman belayar. Sebab setelah peristiwa ini pulau tersebut menjadi jauh untuk sampai ke situ. Ombak-ombaknya digerakkan dengan kekuasaan Allah swt. Seakan-akan ombak itu sendiri adalah perahu yang bergerak di lautan. Allah menetapkan bahawa tidak ada seorang pun yang datang ke pulau itu setelah Dajjal ada di dalamnya
Amir berkata,”Sampaikanlah kepadaku suatu hadis yang engkau dengar dari Rasulullah saw yang tidak engkau sandarkan kepada siapapun selain beliau.”Fathimah berkata,”Jika engkau mahu niscaya aku Iakukan.Amir berkata,”Tentu, sampaikanlah kepadaku.” Fathimah berkata,”Aku menikahi lbn al-Mughirah. Dia termasuk pemuda plihan kaum Quraisy ketika itu. LaIu dia terkena musibah pada permulaan jihad bersama Rasulullah saw. Ketika aku telah menjadi janda, aku dilamar oleh Abdur Rahman bin ‘Auf untuk salah seorang sahabatRasulullah saw. Sementara itu, Rasulullah melamarku untuk maulanya, Usamah bin Zaid. Aku pernah diberitahu bahawa Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa mencintaiku, maka hendaklah dia mencintai Usamah.Maka ketika Rasulullah saw bercakap kepadaku, aku berkata,’Urusanku ada di tangan Anda. Nikahkanlah aku kepada siapa saja yang Anda suka.’Lalu Rasulullah saw bersabda. ‘Pindahlah kamu ke Ummu Syarik. ‘Ummu Syarik adalah perempuan kaya dan kalangan Ansar yang telah banyak membrikan sumbangan di jalan Allah dan disinggahi banyak tamu. Aku berkata, Aku akan melakukannya. Maka beliau bersabda.’Jangan engkau lakukan. Sesungguhnya Ummu Syarik adalah seorang wanita yang banyak tamunya. Aku tidak suka kain tudungmu jatuh atau baju tersingkap dan kedua betismu sehingga kaum itu akan melihat auratmu. Tetapi, pindahlah ke putra pamanmu, ‘Abdullah bin Amr bin Ummi Maktum, seorang Ielaki dani Bani Fihr’, Fathimah pun pindah kepadanya.
Ketika masa iddahku berakhir, aku mendengar seruan seorang sahabat Rasulullah saw.’Marilah solah berjamaah” Maka aku pergi ke masjid dan solat bersama Rasulullah saw. pada barisan wanita yang berada tepat di belakang kaum itu. Setelah selesai solat, Rasulullah saw, duduk di mimbar. Sambil tersenyum beliau bersabda.’Hendaklah setiap orang tinggal di tempat salatnya.’Selanjutnya beliau bersabda,’ Apakah kamu semua mengetahui sebab aku mengumpulkan kamu? Mereka menjawab,’Hanya Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui. ’Beliau bersabda,’Sesungguhnya aku, demi Allah tidak mengumpulkan kamu semua bukan kerana ada pengharapan ataupun ketakutan. Melainkan aku mengumpulkan kamu adalah kerana Tamim ad-Dari, yang dahulunya seorang Nasrani, datang untuk berbai’at masuk Islam. Dia menceritakan kepadaku seperti apa yang telah aku sampaikan kepada kamu tentang Dajjal. Dia menceritakan kepadaku seperti apa yang telah aku sampaikan kepada kamu semua tentang Dajjal.
Dia menceritakan kepadaku bahawa dia mengemudi sebuah perahu bersama 30 orang dari Lakhm dan Judzam. Mereka dipermainkan ombak selama sebulan di laut. Lalu mereka berlabuh menuju suatu pulau di laut itu sampai terbenam matahari. Mereka dudukduduk di pantai dekat perahu. LaIu mereka naik ke pulau itu. Maka mereka didatangi seekor binatang yang banyak bulunya yang mereka tidak dapat membezakan mana bahagian depan dan mana bahagian belakangnya.
Mereka berkata,
“Celaka kau, apakah kamu ini ?
Binatang itu menjawab.
‘Aku adalah mata-mata.’
Mereka bertanya,
‘Mata-mata apa?”
Dia menjawab,
‘Wahai kaum, pergilah kepada orang yang berada di dalam gua, kenana dia merindukan berita dan kamu’
Tamim ad-Dari berkata, Ketika binatang itu menyebutkan kepada kami seseorang, kami meninggalkannya kerana mungkin dia adalah syaitan perempuan.
Selanjutnya dia berkala, lalu kami berangkat segera hingga memasuki gua. Tiba-tiba di dalamnya ada seorang manusia yang paling besar badannya dan diikat dengan rantai yang kuat. Kedua tangan dan lehernya disatukan dan diikat dengan besi di antara hingga kedua mata kakinya. Kami katakan,’Celaka kamu, makhluk apakah kamu ini? Dia menjawab,”kamu telah mengetahui perihalku, kini beritahukan kepadaku, siapakah kamu ini ?
Mereka menjawab,”Kami adalah manusia dari Arab. Kami menaiki perahu lalu dihentam gelombang laut besar dan ombak mempermainkan kami selama sebulan. Kemudian kami berlabuh di pulaumu in Kami didatangi seekor binatang yang berbulu lebat sehingga tidak diketahui mana bahagian muka dan mana bahagian belakangnya. Kami bertanya,”Celaka kamu, binatang apa kamu ini?””Saya adalah mata-mata.” “Mata-mata apa?” ‘Pergilah kepada orang yang berada di gua ini kerana dia sangat merindukan berita dari kamu.”
Maka kami pun segera mendapatkan kamu. Kami takut pada binatang itu dan kami tidak tenang jangan-jangan ia adalah syaitan betina. Orang itu berkata,”Beritahukan kepadaku tentang kurma Baisan!”
(Baisan ialah negeri yang terkenal sejak dahulu kala. Negeri ini berada dekat Syam Iama dan merupakan salah satu kota di Palestin.)
Tentang apanya yang engkau nak tanyakan?”
“Aku bertanya kepada kamuapakah kurma berbuah?”
“Sesungguhnya pohon kurma itu hampir tidak akan berbuah.’
Lalu dia berkata lagi.
“Beritahukan kepadaku tentang Tasek Thabaniyyah!”
(Tasik Thabariyyah adalah tasik besar. Panjangnya adalah sepuluh batu den /ebarnya enam batu. Tasek itu dalam dan dapat dilayari kapa/. Tetapi airnya semakin berkurangan. lkannya ditangkap daan airnya manis tawar. Jarak antara Tasik Thabariyyah den gan Bait al-Muqaddis lebih kurang 100 batu.)
“Tentang apanya yang engkau nak tanyakanT’
“Apakah tasik itu masih berair ?
‘Ya Tasik ilu masih banyak airnya.””Sesungguhnya air tasik itu hampir habis,”
Dia berkata,
“Beritahukan kepadaku tentang mata air Zughar!”
(Mata air Zughar adalah nama seorang perempuan yang dinisbatkan pada mata air ini.)
“Mengenai apanya yang nak engkau tanyakan?” “Apakah mata air itu masih memancarkan air? Dan apakah penduduknya masih bercucuk tanam dan mata air itu?”
“Ya mata air itu masih memancarkan banyak air dan penduduknya bercucuk tanam dari air tersebut.” “Terangkan kepadaku tentang nabi yang diutus kepada orang-orang buta huruf, apa yang dilakukannya?” “Dia telah keluar dari Mekah menuju Yatsrib,”
“Apakah orang-orang Arab memenanginya?”
Ya”
“Bagaimana caranya dia memperlakukan mereka7’ “Dia telah menundukkan orang-orang Arab terdekatnya, sehingga mereka mengikutinya.”
“Apakah demikian?” “Ya”
‘lebih baik bagi mereka untuk mengikutnya. Aku akan memberitahukan kepada kamu mengenai diriku. Aku ini adalah aI-Masih. Aku hampir akan diizinkan keluar, maka aku akan keluar. Lalu aku akan berjalan di muka bumi. Aku tidak melalui sesuatu kampung melainkan aku tinggali selama 40 malam kecuali kola Mekah dan Thaibah (Madinah). Kedua kota itu diharamkan atasku. Setiap aku akan memasuki salah satu kota itu, aku dihadang oleh malaikat yang memegang pedang untuk memenggalku. Di setiap celah kedua kota itu dijaga oleh para malaikat.”
Fathimah berkata, “Sambil memukulkan tongkatnya pada mimbar, Rasulullah saw bersabda.”lni adalah Thaibah, yakni kota Madinah. lngatlah, apakah hal itu telah aku sampaikan kepada kamu?”
o r a n g r a m a i menjawab :"Benar.”
Nabi Muhammad saw bersabda,”Sungguh cerita Tamim itu sesuai dengan apa yang telah aku sampaikan kepada kamu, juga mengenai kota Mekah dan Madinah. Ketahuilah sosungguhnya Dajjal itu berada di Iaut Syam atau di Iaut Yaman, bukan dari arah timur, bukan dari arah timur, bukan dari arah timur.” Baginda mengisyaratkan dengan tangannya ke arah timur.”Selanjutnya Fathimah berkata,”Maka aku menghafalkan hadis ini dari Rasulullah.”
Kemudian Tamim ad-Dari pergi bersama kawan-kawannya dan tidak kembali lagi ke pulau itu. Kalaupun mereka berflkir untuk kembali ke pulau itu, mereka tidak akan dapat sampai ke pulau itu, walaupun mereka mempunyai pengalaman belayar. Sebab setelah peristiwa ini pulau tersebut menjadi jauh untuk sampai ke situ. Ombak-ombaknya digerakkan dengan kekuasaan Allah swt. Seakan-akan ombak itu sendiri adalah perahu yang bergerak di lautan. Allah menetapkan bahawa tidak ada seorang pun yang datang ke pulau itu setelah Dajjal ada di dalamnya
Langgan:
Catatan (Atom)